Kali ini gua ingin berbagi cerita kepada kalian para pembaca
blog ini, cerita ini dimulai pada saat liburan sekolah tempatnya hari kamis
tanggal 15 Desember 2016.
Langsung aja TKP
Setelah masa-masa ujian telah selesai, setelah masa-masa
remedial selesai, dan setelah masa-masa classmeet selesai akhirnya waktu itu
pun datang yaap…. libur panjang sekolah. Libur sekolah ini cukup panjang sekali
gua pun bingung bagaimana untuk menghabiskan libur panjang ini, waktu gua
banyak dihabiskan untuk tidur, online, makan, tidur, online, nonton tv, online
makan, tidur ya seperti itu siklus liburan gua sangat MEMBOSANKAN. Ingin
rasanya menghabiskan waktu liburan di luar rumah, berkumpul dan bermain bersama
teman-teman. Tapi apa daya tidak ada seorang pun yang mengajak pergi bersama
gua ditambah pada saat liburan sekolah dompet gua pun terbilang cukup kering
karena disaat liburan gua sedikit sekali mendapatkan uang ditambah uang yang gua
kumpulkan habis karena keperluan sekolah.
Hari terus berjalan, ketika gua sedang asyik berselancar di
dunia internet tiba-tiba ada notif line di hp gua. Sontak gua mengecek notif
tersebut ternyata notif dari teman gua Muthia Amanda. Dia mengajak gua untuk
pergi berlibur ke dufan besok, gua tidak langsung mengiyakan tawaran tersebut
dikarenakan kondisi dompet gua yang terbilang miris untuk pergi ke sana butuh
biaya yang cukup banyak untuk kesana. Tapi Manda memaksa gua untuk ikut
bersamanya, pertama gua tanya siapa saja yang ikut pergi bersama dia. Manda
menjawab “Nindita, Ririn, Wirawan, Satrio, Malano” tiba-tiba ada notif muncul
dari Satrio.
Ia bertanya “weh cuk, lu diajakin ke Dufan kan sama Manda?
Ikut gk lu cuk?”
Saya pun langsung menjawab “iya, gua Cuma ada 30 rebu wwkwk
gmn sat ? lu juga ikut?
“gua Cuma 100 rebu doang, gua minjem ke Manda wkwkwk bangsat
kwkw gua bingung ini lu jadinya gimana
?? gua sih bilangnya minjem duitnya manda. Minta bayarin manda ege yam kwkwwkw”
Rupanya nasib satrio sama gua pun sama tapi lebih baik Satrio
ketimbang gua hahahahaa….. saran satrio pun bagus juga tapi gua kasian sama
Manda sudah dipinjam uangnya sama satrio masa ditambah dengan gua sih kan ga
enak sama manda , hati gua pun bimbang
tak menentu *anjas* antara ingin berlibur keluar rumah karena dirumah bosen
dirumah dengan kondisi uang yang sangat
miris L .
Lalu setelah gua berbicara kepada Satrio, kemudian gua berbicara kepada Manda
perihal masalah kondisi dompet saya.
*seperti ini lah percakapan saya dengan manda*
“Man minimal bawa brp sih??”
“Bawa stnk, duitnya bawa 140 ribu aja” (STNK??, di dufan lg
ada promo bosss wkwk jadi kalo bawa stnk dapet potongan harga )
“ANJIRRRRRR L
“
“Intinya 100 ribua bawa aja dulu buat masuk dufannya”
“hadeh L
gua cuma ada 30 ribu man wkwkwk”
“ bawa 50 ribu aja deh sisanya minjem slow, Satrio malah
minjem ke gua” (iya man gua udh tau)
“ga enak anjir wkwk”
“atuhlah terus gimana? Rame luhhh yam wkwkw asal bisa
digantiin mah”
Dan setelah dibujuk rayu oleh Manda saya pun akhirnya pun
ikut.
Paginya
Paginya ...... gua memulai hari dengan jogging di alun-alun
tangerang atau biasa orang tangerang menyebutnya lapangan Ahmad Yani (AY)
gua menghabiskan waktu di AY sekitar 40 menit setalah
selesai jogging lalu gua mencari sarapan
Skip sarapannya
Balik kerumah dengan keadaan segar bugar setelah jogging ditambah
perut yang sudah terisi gua
langsung mengecek smartphone gua yang penuh dengan notif… ternyata notif dari
group
Ajakan Manda untuk pergi ke dufan, banyak yang respon ajakan
tersebut dan ada juga yang menolak ajakan tersebut karena mendadak. Fadilah,
Hani, Marlia, dan Farda mereka ikut bersama kami ke Dufan jadi ada : Manda,
Ririn, Nindita, Fadilah, Hani, Marlia, Farda, Wirawan, Satrio, dan gua Yamani.
Rame sekali rupanya nyesel gua kalo ga ikut ajakan Manda. Jam menunjukan pukul
08.00, gua chat Manda untuk tanya jam brp kita akan berangkat nantinya
“Man nanti berangkat jam brp?”
“Jam 9 yams…”
“Ngumpul dmn Man?”
“di Stasiun Tangerang yams”
“oke”
Manda pun memberi tahu teman yang lain juga untuk berangkat
jam 09.00 di stasiun Tangerang. Oke gua juga sudah siap tinggal menyiapkan
perbekalan dan fotocopy stnk. Farda adalah orang yang pertam otw ke stasiun
rumah dia di Ciledug sangat jauh sekali dari stasiun, Ririn dan Nindta
berangkat dari stasiun poris karena krl yang kami tumpaki melewati stasiun
poris . Gua merasa orang yang pertama kali di stasiun adalah farda karena dia
berangkat lbh awal, sementara yang lainnya pun masih bersiap-siap. Jam menunjukan
pukul 08.45 masih banyak yang menyiapkan perbekalan mulai dari Fadilah yang
masih mencari makanan untuk disana, Satrio yang masih mandi dan gua tentunya
sudah sangat siap otw ke stasiun. Farda
sudah di jalan kemungkinan dia sudah berada di stasiun Poris Manda pun
memberitahu kalo dia sedang dijalan dijalan, oke langsung gua juga otw menuju
stasiun Tangerang Dufan I’m coming.
Sampailah gua ke tempat pertemuan terlihat ada Fadilah, Hani, Marlia yang sudah
lbh dulu berada di stasiun Tangerang mereka sedang duduk sambil menunggu yang
lain datang. Saya pun menanyakan ke fadilah
“Dils, Manda mana?’’
“Manda mobilnya keserempet motor, emaknya lg ribut sama
pengendara motor makanya aga lama … lu tau lah emaknya Manda tuh kaya gmn ??
Galak :v” (gua ga tau kalo emaknya Manda tuh galak)
“Yahh…. Wkwk”
Gak lama muncul si bangsat satrio terlihat mukanya masih
beler ditambah raut nyolotnya dan berkata ke Marlia
“Lu ngapain ikut mar????” (baru aja dateng udh nyari masalah
aja nih orang)
“yeee bodo terserah gua !” *ngegas ngeeeeng*
“ngeribetin lu anjirrrrr…..”
“BODO!!!!”
Ya… seperti itu lah jika Satrio sudah bertemu dengan musuh
bebuyutannya Marlia gua harap di jalan tidak terjadi apa-apa dengan mereka.
Tunggu dulu Farda sampai
saat ini blum sampai juga ??? padahal dia yang berangkat paling awal malah Hani
yang datang lbh awal katanya.
Fadilah pun memberitahu kita bahwa farda blom memberi kabar
lbh lanjut dimana dia ?? apakah masih dijalan ?? selama itukah ciledug ke
stasiun?? Wow sudah jam 09.15 ngaret 15 menit. Akhirnya Manda datang dengan
membawa banyak makanan wew makanan wew…. Disusul dengan Wirawan, Nindita dan
Ririn pun sudah stand by di stasiun Poris. Kita masih menunggu kehadiran sang
tuan putri ya… Farda lg dmn dia??? Padahal dia berangkat paling awal… Satrio
pun sudah ngoceh gak karuan perihal ngaretnya ini…. Kami masih bersabar
menunggu farda jam menunjukan pukul 09.45 mba Farda pun blum juga terliha
bartang hidungnya sudah dihubungi berkali-kali oleh fadilah tapi tidak ada
balasan dari dia. Sudah ditelpon tapi tidak diangkat mungkin farda masih
dijalanan terkena macet menurut gua tapi APAKAH SELAMA ITUUUUU???!!! Sudah
hamper jam 10.00 dia blom datang… ampun dahhh ini orang lg dmn kali di hubungin
susah lg gak tau apa kalo disono bakal ngantri panjang…..
Satrio pun mulai bersabda “Wanita muslimah dengan wanita yang lainnya ternyata sama saja !
sama-sama bikin ngaret!’’
Ya gua setuju sama lu sat…. gua juga mengusulkan kalo kita
berangkat duluan saja biar nanti Farda menyusul… dan akhirnya usulan gua diterima
oleh mereka, akhirnya kita pun berangkat duluan Ririn dan Nindita sudah lumutan
menunggu kami di stasiun poris. Tujuan kami itu stasiun kampong bandan jadi
dari stasiun Tangerang -> Poris-> Duri (transit)-> kampung bandan.
Ketika kita sedang menunggu kereta ada panggilan masuk di hpnya Fadilah ohhh
ternyata itu dari Farda
Yang intinya seperti ini:
Kalian dmn ?? gua dari
tadi udh di stasiun poris gua nungguin kalian ga muncul-muncul akhirnya gua
balik deh kerumah
WHAT!!! SHIT….!!! Farda knp lu ga ngabarin kita da kalo lu
udh nyampe ??? L
knp lu ga ngasih tau kita kalo lu dari stasiun poris da L knp da knp ???? Knp ?? :”( lu
tau da KITA BUTUH KEPASTIAN DAAA KITA
DARI TADI NUNGGUI LU FARDA SEKARANG UDH JAM BRP NIHHHHHHHHHHHH UDH SIANG DA UDH
SIANG GUA UDH LAPER DAAAAAAA ……!!! Tapi
terima kasih buat Farda Zayana Majid karena jika bukan karena lo mungkin cerita
ini gak jadi atau terasa kurang THANKS TO FARDA :D (buat farda: lu gak tau
seberapa gondoknya satrio ke lu da kwkww)
Oke setelah menunggu KEPASTIAN dari Farda yang akhirnya
tidak jadi ikut dan akhirnya kereta pun datang yey…… akhirnya kita otw juga.
Ririn dan Nindita pasti sudah gondok menunggu kita (maaf kalo kita lama :D) cihuyyy
akhirnya kita berangkatt!!! Krl kami pun berhenti di stasiun poris dan Ririn
dan Nindita pun masuk ke krl kami dan menghampiri kami lalu kereta kami
berangkat menuju stasiun duri. Sambil menunggu kereta sampai kami menghabiskan
waktu dengan bercanda gurau di dalam kereta. Tak terasa kami pun tiba di stasiun
Duri tempat kereta transit. Kita berganti krl menuju stasiun duri, karena
kondisi kita sudah agak lemas karena menunggu SESEORANG akhirnya kami memakan
sedikit cemilan yang dibawa oleh Manda untuk mengganjal perut kami. Dari
stasiun Duri ke stasiun Kampung Bandan tidak terlalu jauh jadi kita sampai di
Ancol tidak terlalu siang sekitar pukul 10.30 kita sampai di Kampung Banda kita
harus berjalan kaki terlebih dahulu dan menaiki angkot untuk menuju ke Ancol.
Kami pun berjalan santai tapi tidak untuk Manda, Ririn, dan Nindita tampaknya
mereka sudah tidak sambar untuk sampai ke dufan. Satrio, gua , Fadilah,
Wirawan, Hani, dan Marlia hanya berjalan santai sambil bercakap-cakap dijalan
dan akhirnya kami menemukan angkot langsung kami tumpaki angkot itu dan langsung
cusssss…. Sampai ke Ancol kami membayar Rp 2000,00 karena memang jarak dari
stasiun Kampung Bandan ke Ancol sangat dekat. Oke kita sampai langsung kami
membeli tiket masuk ancol sebesar Rp 25.000,00 kami masuk dan lansung menuju ke
dufan dan….. ternyata …. Kami melihat antrian tiket masuk dufan sangatlah
panjang breeehh… hamper tidak jadi ke sana kita karena itu, tapi ya mau
bagaimana lg kita sudah sampai lanjut aja…. Yang mengantri membeli tiket yaitu
Ririn dan Nindita sisanya menunggu di luar. Setelah beberapa lama akhirnya
tiket masuk sudah berada di genggaman kami yeah…. Jujur ini baru pertama kali
gua ke dufan jadi gua ga tau nama-nama wahana yang ada disini
Kami pun masuk dan… lg lg Manda,Marlia, Ririn, dan Nindita
berlari-lari -____- dan kami hanya berjalan santai seperti biasa di belakang
mereka dan akhirnya kami terpisah gara-gara kelakuan mereka berempat. Tapi tak
apalah masih ada Hani, Wirawan, Satrio, dan Fadilah wahana yang pertama kali
kami cicipi adalah kora-kora
Yap… wahana ini lah yang pertama kali kami cicipi,
antriannya sangat panjangggg sekale mengingat dufan sedang ada promo jadi wajar
jika antriannya sangat panjang. Kami pun mencari ekor dari antean tersebut dan
yap ketemu kami menunggu giliran kami. Waktu kami dihabiskan dengan mengobrol
dan berfoto-foto sudah 10 menit kami menunggu dan tiba-tiba ada yang menyelak
antrian kami. Mba Fadilah pun member tahu mereka “Mba kalo mau ngantri dari belakang ya..” mereka hanya melihat muka
mba Fadilah dan mengacuhkannya oke fix mereka ga tau budaya ngantri…
Buat kalian para pembaca pesan dari gua “melalui
mengantre kita akan bisa menghargai waktu, bersabar,disiplin, tabah, dan
menghormati orang lain jadikanlah mengantre sebagai budaya kita Bangsa
Indonesia”
Lanjut… setelah beberapa lama akhirnya… giliran kami menaiki
wahana tersebut ini pertama kalinya gua naik kora-kora rasa takut pun mulai
menghantui gua wkwkw tapi lanjut ajalah… kami naik dan wow rasanya sangat
mendebarkan *lebay ah* ketika kora-koranya sudah mencapai kecepatan maksimum
gua melihat ada seorang kameramen sedang memotret kami langsung gua ga mau
komok gua jelek jadi pas kameraman jepret foto gua, gua langsung pasang muka
paling tamvan gua biar ga malu-malu amat gitu :v. Dan setelah kameraman pergi
gua akhirnya pasang komok jelek gua lg dan wirawan mengambil hpnya dan merekam
gua dan yang lainnya dan hebatnya muka wirawan tenang-tenang saja (salut gua
sama lu wir, apa guanya yg lebay yah… ah sudahlah)
Setelah menaiki wahana kora-kora saatnya gua melihat hasil
jepretan sang kameraman dan yappp….. YANG PALING GANTENG CUMA GUA HAHAHAH
(kepedean tingkat dewa) tapi bener seriusan ini mah muka gua yang paling bagus
sayangnya ga kami cetak karena bayar dan sayang duitnya… (alesan :v)
Lelah, lemas, lesu, lunglai itu lah yang kami rasakan
akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat sejenak untuk makan dan sholat. Dan
di perjalanan menuju restoran makanan cepat saji M*D kami bertemu Ririn,
Nindita, Marlia, dan Manda terlihat Manda sangat lemes sekali seperti tidak
bernyawa gua tanyakan kpd Manda “ Man nape lu???” dia pun menjawab dengan suara
yang lemes “ lemes yams gua ngejar-ngejar mereka” dan tiba-tiba satrio pun
nyeplos “mamam lu man banyak tingkah sih lu”
Dan kami pun sampai di tempat makan dan memesan makanan gua
hanya memesan paha ayam saja karena sudah bawa bekal dari mamah tercinta :3
makasih yah mah udh di bekelin nasi (y). setelah selesai makan kami sholat dan
melanjutkan petualangan kami satrio dan wirawan ngebet ingin menaiki hysteria
dan gua GAK mau naik wahana itu disamping
abis makan takut muntah (alesan lg bilang aja takut) gua menaiki wahana
apa yaa namanya rajawali kalo ga salah
Seperti ini lah wahananya ya… tidak terlalu asyikkk biasa
aja ga ada rasanya …. Lanjut kami menaiki wahana selanjutnya yaitu pontang
panting
Kami pun mengambil antrian wahana ini tidak cukup panjang
kami pun menunggu menunggu sambil melihat wahana tersebut. Wahana tersebut
cukup lama sekitar 5 menit lbh diputar putar terlihat sangat pusing dan gua
melihat raut muka mereka-mereka yang sedang menaiki pontang-panting sangat
suram sekali brehhhh wkwkw kami pun melihat dan membayangkannya. Setelah
antriannya cukup pendek akhirnya Nindita memutuskan untuk tidak ikut karena
sudah pusing duluan melihat wahana tersebut sama sih gua juga udh pusing
duluan… dang a gua juga ternyata yang lain sama saja. Akhirnya kami tidak jadi
menaiki wahana tersebut dan memutuskan untuk melihat satrio dan wirawan menaiki
hysteria… antrainnya panjang sekali brehhh gua ga melihat batang hidungnya
satrio dan wirawan… kami menunggu di kuar cukup lama dan tidak terlihat mereka
berdua, akhirnya kami memutuskan untuk bermain wahana lain kami memutuskan
untuk bermain Niagara-gara kami menuju wahana tersebut dan….. antriannya sangat
panjang sekali membuat kami ga jd buat main tuh wahana. Kami move on ke wahana
arum jeram dan behhhh antriannya gak kalah panjang dari Niagara-gara tapi
wahana ini lah yang kami tunggu-tunggu kami bersih keras untuk bermain wahan
ini karena kami ingin basah-basahan (yaduuuu basah basahan :v) sambil menunggu
satrio dan wirawan datang kami ngobrol dan berfoto-foto (gua ga ikutan foto )
ada rumor beredar bahwa kalo mau ngantri wahana ini butuh 3 jam lamanya
mengingat antriannya sangat panjang bener tapi kami gak peduli ! kami akan
tetap menunggu menunggu dan menunggu !tiba-tiba Marlia kebelet pulang dan kami
gak mau pulang duluan karena malemnya kami akan pergi kepantai. Terjadi
perdebatan anatara kami dengan Marlia akhirnya Marlia pun pulang sendiri karena
takut diomelin papa. Gak lama muncul satrio dan wirawan dan mereka menceritakan
pengalaman wahana mereka. Bosan menuggu gua, satrio, wirawan, dan hani pergi
untuk shalat ashar sembari melepas bosan. Setelah selesai shalat kami pun
kembal ke antrean tampak Fadilah, Ririn, Manda, Nindita sudah tampak bosan
menungu (emang ya menunggu itu ga enak, curcol dikit)
Dan bosan kami menunggu akhirnya kami menyudahi antrian ini…
karena lam 3 jam brehhhh jam lama njerrr… mending naik wahana yang ngantrenya
gak lama. Kami pun menaiki wahana ontang-anting yang antriannya ga panjang dan
cepat… ada pemandangan yang emmm…. Aneh dan ganjil rupanya ada sepasang kekasih
iyaa kelihatannya mereka sedang pacaran sambil bermain ontang-anting
Gila brooo pacaran sambil naik ontang-anting pegangan tangan
broo!!! Busettt …. Gua Cuma ngeliatin aja dari bawah :v …. Giliran gua dan
kawan-kawan gua naik yeay.. depan gua ada Ririn samping gua ada Manda
belakangnya ada Fadilah belakangnya lg ada Satrio. Dan permainan pun dimulai
kami diputar-putar perlahan di angkat ke atas, gua mendengar suara teriakan
dari satrio sepertinya dia ga kuatt pusing kayanya dia wkww (SAT.. LO LEMAH!
Wkwkwk canda sat canda). Permainan pun selesai satrio pun langsung tiduran
karena pusing (SAT.. LO LEMAH! Wkwkwk canda sat canda (2) ). Dan wahana
terakhir yang kami tumpaki yaitu …
BIANGLALA….!!! Ini
wahana terakhir yang kami naiki antriannya ga panjang-panjang amat soalnya udh
sore juga sekitar jam 5an. Antriannya pun cepat, skip aja pas ngantri ga usah
di ceritaiin isinya Cuma ngobrol-ngobrol doang…. Pas mau naik kami berpisah cowo
sama cowo cewe sama cewe…. Gua, satrio, dan Wirawan ditempatkan dengan satu
keluarga yang sakinah mawaddah warahmah ayah ibu dan seorang anak laki-laki.
Mereka dari bekasi apa bogor yaa gua lupa wkwkw maaf, mereka datang dari pagi
naek kereta. Kami diatas asyik foto-foto kapan lg kan.. dan melihat pemandangan
dari atas yang cukup indah di sore hari benar-benar suasana yang pas untuk
menikmati wahana ini, di samping tidak panas anginnya sepoi-sepoi brooo sist…
Sehabis menaiki bianglala RENCANANYA kami ingin ke pantai….
Kami berjalan ke luar dufan dengan berjalan kaki pengennya sih naik bus tapi
sangat penuh sesak akhirnya kami berjalan kaki… ya jalan kaki ! ditambah hari
mulai gelap lg … dijalan kami berbagi cerita-cerita gua menyimak cerita dari
fadilah yang ingin sekali melanjut study keluar negri francis (Aamiin dil
Aamiin) Satrio dengan Nindita. Di jalan sangat gelap sekali penerangannya
sangat sedikit dan jauh pula kami tapi rasa lelah tak begitu terasa karena
obrolna kami yang memecah keheningan… gak kerasa hampir lbh 30 menit akhirnya
kami sampai di Atlantis dan tak jauh dari Atlantis ada tempat pemberentihan
bus. Kami menyudahi niatan kami untuk pergi ke pantai mengingat waktu yang
sudah malam dan takut kehabisan kereta.
Kami menunggu datangnya bus gratisan itu sambil beristirahat
dan minum untuk melepas lelahnya berjalan kaki. Kami menunggu dan menunggu tak
ada bus yang datang akhirnya kami memutuskan untuk keluar Ancol dengan berjalan
kaki lagi… hufty in the jungle pegal sekali kaki ini ga kuat mana jauh lg…. dan
setelah beberapa lama kami menemukan angkot penyelamat hidup kami langsung saja
kami cuss menaiki angkot tersebut ada kejadian lucu di angkot ini
Jadi ketika kita naik yang pertama naik adalah Manda abis
itu gua di samping gua itu ada seorang laki-laki pas Fadillah masuk dia bilang
gini ke laki-laki tersebut “weh weh… sonoaan dong…” pas Fadilah lihat ternyata
itu bukan temannya TENGSIN :v dia kira itu gua tapi ternyata bukan (semoga itu
jodoh lu dil :V eh jodoh lu kan gua wkwk galah canda dil canda :V ) wkwwk udh
sih itu doang *skip*
Kang angkot pun berkata “ mau kemana dek ?? “
“mau ke stasiun kampung Bandan mas”
Langsung angkot pun cussss ke kampung bandan
Di angkot gua pun hanya diam saja karena gua udh mulai
pusing dan mual karena udh lama ga naik angkot jadi gua ga banyak tingkah
disini begitu pula yang lainnya. Gua ga merhatikan jalan gak kerasa di angkot
itu lama banget nyampenya padahal tadi pas dari kampung bandan ke ancolnya
deket deh kok ini lama banget udh malah perut mual lg. Manda mulai curiga kalo
kita di bawa muter-muter…. Pertama sih gua bodo amat eh karena kondisi gua yang
udh hampir teller di angkot gua aga bete di angkot nihh kok ga nyampe-nyampe
sih di stasiun kampung bandan padahal tadi deket deh… tiba-tiba seorang ibu-ibu
memberitahu kita
“kalian mau ke kampung bandan ? udh lewat tau ini kita mau
ke stasiun kota”
“stasiun kota bu ._. ? padahal kita udh bilang ke mas
angkotnya kalo kita turun di stasiun kampung bandan”
“mungkin dia lupa kali… kalian mau pulang kemana ???”
“Tangerang bu….”
“berarti kalian dari kota transit ke kampung bandan pakai
krl wara-wiri doang ?? emm kalo ga salah kereta itu terakhir jam 9 malem deh..
ini jam 20.45 kalian nanti pas udh nyamper buru-buru soalnya kereta terakhir…”
“kereta terakhir bu ._.? makasih ya ibu infonya “
Setlah beberapa akhirnya gua terbebas dari angkot… benarr..
kami pun dibawa ke stasiun kota dan harusnya kami bayar Rp 2000,00 malah jadi
Rp 5000,00 tapi tenang itu semua di tanggung mamah Hani …makasih han :3 kami
pun langsung bergegas menuju stasiun …kartu yang ditangan gua ini masih ada
saldonya tinggal ditempel doang dimesinnya… pas kita masuk kita langsung cari
petugasnya terlebih dahulu untuk menanyakan kereta yang menuju ke kampung
bandan..
Dan setelah bertemu kami menanyakan ke petugasnya
Ririn said: “mas kereta yang ke kampung bandan yang mana ya
mas? “(dengan muka melas)
Petugas: “ ohh ini
dek… ini kereta terakhir mau berangkat lg”
Yakan kereta terakhir mau berankat lg, langsung gua tempelin
tuh kartu kemesinnya eh mesinnya malah ga mau malah muncul tulisan “Kartu ini tidak sesuia dengan stasiun asal”
oh iya gua kan belinya di kampung bandan -___- akhirnya kami pun dibantu oleh
petugasnya dengan menggunkan kartu petugas dia mesinnya pun membuka pintuk
untuk kami yess….
Terima kasih ya mas udh baik banget ke
kita kalo bukan mas yang melakukan itu kami gak bakal bisa pulang maaf juga kalo sebelumnya saya ga
memperkenalkan diri jadi saya ga tau nama mas yang udh baik bangedddd dan
langsung nerobos masuk aja karena emang kita udh di kejar sama kereta mas
mungkin kalo suatu saat mas baca cerita ini saya dan teman teman saya
mengucapkan banyak sekaliii terima kasih atas kebaikan yang mas udh kasih ke
kita semoga Tuhan membalas perbuatan mas yang baik ini Thanks ya mas
Kami pun naik ke kereta dan langsung mencari tempat duduk
letih sekali diri inijam menunjukan pukul 09.00 malam masih jauh sekali
perjalanan kita kereta ini membawa kita ke stasiun kampung bandan.. beberapa
menit kemudian kami pun tiba di stasiun kampung bandan…. Sepi menyelimuti
perjalanan kami hanya beberapa obrolan singkat saja untuk memecah keheningan…
sampainya di kampung bandan kami pun menunggu kereta untuk menuju stasiun duri
tidak lama kami untuk menunggu kereta pun datang… terlihat keretaya pun penuh
sehingga kami tidak mendapatkan tempat duduk akibatnya kami berdiri tak apalah
tadi kan udh duduk di kereta sebelumnya…
Di kereta ada seorang petugas keamanan yang sedang
menertibkan seorang bapak bapak yang tidak mau berbagi tempat duduk seperti ini
lah problemanya
Petugas: “mas tolong ini ada wanita ya mas .. tolong mas bangun kasih tempat buat
wanita ini.. disini ada aturannya yam as .. tempat duduk di utamakan untuk
wanita hamil, penyandang cacat, lanjut usia, dan ibu membawa anak mas tolong
ketertibannya wanita ini membawa anak, tolong mas berdiri kasih tempat untuk
wanita ini”
Mas mas: “ saya bawa anak anak saya disitu tuh udh deh ga
usah bikin keributan disini!”
Petugas: “anak mas udh duduk kan yaudah ini dia bawa anak
mas!”
Tiba-tiba wanita yang membawa anak pun pindah ke gerbong
lain dan petugasnya pun demikian
Gua, satrio, dan wirawan gondok juga melihat pri tersebut
dan ngedumel bae…
Satu kata buat lo mas “BANCI!”
Gak liat apa itu ada tulisan di samping lo dan lo ga mau
ngalah padahal lu laki-laki juga! *ngedumel dalam hati*
“Buat para pembaca
tolong perbuatann itu jangan ditiru tertib lah dalam menggunakan transportasi
umum dan hargailah orang lain”
Beberapa lama kami pun tiba di stasiun duri kami melihat
kereta jurusan Tangerang kota sudah full akhirnya kami pun berdiri lg tak
apalah sudah dekat ini SEMANGAT!
Ririn dan Nindita turun
di stasiun poris karena motornya pun di parkir disana. Hani karena rumahnya
deket dari staiun Tangerang berjalan kaki SEMANGAT HAN ! Satrio mengantarkan
balik Manda dan gua dengan Fadilah mengantarkan dia kerumahnya. Tibalah kami di
stasiun Poris Ririn dan Nindita pun turun duluan, kereta pun lanjut ke stasiun
Tangerang tak jauh hanya beberapa menit sampailah di stasiun Tangerang.
Sesampainya kami duduk dulu karena dari stasiun Kampung Banda ke Tangerang kami
terus berdiri cape rasanya… setelah beberapa menit kami duduk dan mengobrol
akhirnya kami pun pulang… satrio yang mengantarkan Manda dan gua mengantarkan
Fadilah kerumahnya… setelah tugas terakhir gua selesai yaitu mengantarkan
Fadilah pulang akhirnya gua bisa menuju kerumah gua. Dijala gua sedikit agak
ngantuk tapi tetap gua harus focus di jalan setelah beberapa lama akhirnya
sampai juga diruamah dan gua langsung ke
kasur dan tidur….
Terima kasih untuk
teman teman gua yang sudah memberikan waktunya buat gua terima kasih juga buat
Muthia Amanda yang udh ngajak gua jalan jalan dan memberikan sedikit suntikan
dana :v tanpa lo mungkin gua ga punya sama sekali cerita di liburan ini mungkin
akan terasa hambar dan juga tanpa kalian juga teman teman gua mungkin cerita
ini ga akan tercipta jka bukan karena kalian teman. Terima kasih untuk hari itu
kawan!




