Sunday, December 18, 2016

Liburan Sekolah (Akhirnya Keluar Rumah Juga)


Kali ini gua ingin berbagi cerita kepada kalian para pembaca blog ini, cerita ini dimulai pada saat liburan sekolah tempatnya hari kamis tanggal 15 Desember 2016.
Langsung aja TKP
Setelah masa-masa ujian telah selesai, setelah masa-masa remedial selesai, dan setelah masa-masa classmeet selesai akhirnya waktu itu pun datang yaap…. libur panjang sekolah. Libur sekolah ini cukup panjang sekali gua pun bingung bagaimana untuk menghabiskan libur panjang ini, waktu gua banyak dihabiskan untuk tidur, online, makan, tidur, online, nonton tv, online makan, tidur ya seperti itu siklus liburan gua sangat MEMBOSANKAN. Ingin rasanya menghabiskan waktu liburan di luar rumah, berkumpul dan bermain bersama teman-teman. Tapi apa daya tidak ada seorang pun yang mengajak pergi bersama gua ditambah pada saat liburan sekolah dompet gua pun terbilang cukup kering karena disaat liburan gua sedikit sekali mendapatkan uang ditambah uang yang gua kumpulkan habis karena keperluan sekolah.
Hari terus berjalan, ketika gua sedang asyik berselancar di dunia internet tiba-tiba ada notif line di hp gua. Sontak gua mengecek notif tersebut ternyata notif dari teman gua Muthia Amanda. Dia mengajak gua untuk pergi berlibur ke dufan besok, gua tidak langsung mengiyakan tawaran tersebut dikarenakan kondisi dompet gua yang terbilang miris untuk pergi ke sana butuh biaya yang cukup banyak untuk kesana. Tapi Manda memaksa gua untuk ikut bersamanya, pertama gua tanya siapa saja yang ikut pergi bersama dia. Manda menjawab “Nindita, Ririn, Wirawan, Satrio, Malano” tiba-tiba ada notif muncul dari Satrio.
Ia bertanya “weh cuk, lu diajakin ke Dufan kan sama Manda? Ikut gk lu cuk?”
Saya pun langsung menjawab “iya, gua Cuma ada 30 rebu wwkwk gmn sat ? lu juga ikut?
“gua Cuma 100 rebu doang, gua minjem ke Manda wkwkwk bangsat kwkw gua bingung ini  lu jadinya gimana ?? gua sih bilangnya minjem duitnya manda. Minta bayarin manda ege yam kwkwwkw”
Rupanya nasib satrio sama gua pun sama tapi lebih baik Satrio ketimbang gua hahahahaa….. saran satrio pun bagus juga tapi gua kasian sama Manda sudah dipinjam uangnya sama satrio masa ditambah dengan gua sih kan ga enak sama manda , hati gua  pun bimbang tak menentu *anjas* antara ingin berlibur keluar rumah karena dirumah bosen dirumah  dengan kondisi uang yang sangat miris L . Lalu setelah gua berbicara kepada Satrio, kemudian gua berbicara kepada Manda perihal masalah kondisi dompet saya.
*seperti ini lah percakapan saya dengan manda*
“Man minimal bawa brp sih??”
“Bawa stnk, duitnya bawa 140 ribu aja” (STNK??, di dufan lg ada promo bosss wkwk jadi kalo bawa stnk dapet potongan harga )
“ANJIRRRRRR L
“Intinya 100 ribua bawa aja dulu buat masuk dufannya”
“hadeh L gua cuma ada 30 ribu man wkwkwk”
“ bawa 50 ribu aja deh sisanya minjem slow, Satrio malah minjem ke gua” (iya man gua udh tau)
“ga enak anjir wkwk”
“atuhlah terus gimana? Rame luhhh yam wkwkw asal bisa digantiin mah”
Dan setelah dibujuk rayu oleh Manda saya pun akhirnya pun ikut.
Paginya
Paginya ...... gua memulai hari dengan jogging di alun-alun tangerang atau biasa orang tangerang menyebutnya lapangan Ahmad Yani (AY)
gua menghabiskan waktu di AY sekitar 40 menit setalah selesai jogging lalu gua mencari sarapan
Skip sarapannya
Balik kerumah dengan keadaan segar bugar setelah jogging ditambah perut yang sudah terisi gua langsung mengecek smartphone gua yang penuh dengan notif… ternyata notif dari group
Ajakan Manda untuk pergi ke dufan, banyak yang respon ajakan tersebut dan ada juga yang menolak ajakan tersebut karena mendadak. Fadilah, Hani, Marlia, dan Farda mereka ikut bersama kami ke Dufan jadi ada : Manda, Ririn, Nindita, Fadilah, Hani, Marlia, Farda, Wirawan, Satrio, dan gua Yamani. Rame sekali rupanya nyesel gua kalo ga ikut ajakan Manda. Jam menunjukan pukul 08.00, gua chat Manda untuk tanya jam brp kita akan berangkat nantinya
“Man nanti berangkat jam brp?”
“Jam 9 yams…”
“Ngumpul dmn Man?”
“di Stasiun Tangerang yams”
“oke”
Manda pun memberi tahu teman yang lain juga untuk berangkat jam 09.00 di stasiun Tangerang. Oke gua juga sudah siap tinggal menyiapkan perbekalan dan fotocopy stnk. Farda adalah orang yang pertam otw ke stasiun rumah dia di Ciledug sangat jauh sekali dari stasiun, Ririn dan Nindta berangkat dari stasiun poris karena krl yang kami tumpaki melewati stasiun poris . Gua merasa orang yang pertama kali di stasiun adalah farda karena dia berangkat lbh awal, sementara yang lainnya pun masih bersiap-siap. Jam menunjukan pukul 08.45 masih banyak yang menyiapkan perbekalan mulai dari Fadilah yang masih mencari makanan untuk disana, Satrio yang masih mandi dan gua tentunya sudah sangat siap  otw ke stasiun. Farda sudah di jalan kemungkinan dia sudah berada di stasiun Poris Manda pun memberitahu kalo dia sedang dijalan dijalan, oke langsung gua juga otw menuju stasiun Tangerang Dufan I’m coming. Sampailah gua ke tempat pertemuan terlihat ada Fadilah, Hani, Marlia yang sudah lbh dulu berada di stasiun Tangerang mereka sedang duduk sambil menunggu yang lain datang. Saya pun menanyakan ke fadilah
“Dils, Manda mana?’’
“Manda mobilnya keserempet motor, emaknya lg ribut sama pengendara motor makanya aga lama … lu tau lah emaknya Manda tuh kaya gmn ?? Galak :v” (gua ga tau kalo emaknya Manda tuh galak)
“Yahh…. Wkwk”
Gak lama muncul si bangsat satrio terlihat mukanya masih beler ditambah raut nyolotnya dan berkata ke Marlia
“Lu ngapain ikut mar????” (baru aja dateng udh nyari masalah aja nih orang)
“yeee bodo terserah gua !” *ngegas ngeeeeng*
“ngeribetin lu anjirrrrr…..”
“BODO!!!!”
Ya… seperti itu lah jika Satrio sudah bertemu dengan musuh bebuyutannya Marlia gua harap di jalan tidak terjadi apa-apa dengan mereka.
 Tunggu dulu Farda sampai saat ini blum sampai juga ??? padahal dia yang berangkat paling awal malah Hani yang datang lbh awal katanya.
Fadilah pun memberitahu kita bahwa farda blom memberi kabar lbh lanjut dimana dia ?? apakah masih dijalan ?? selama itukah ciledug ke stasiun?? Wow sudah jam 09.15 ngaret 15 menit. Akhirnya Manda datang dengan membawa banyak makanan wew makanan wew…. Disusul dengan Wirawan, Nindita dan Ririn pun sudah stand by di stasiun Poris. Kita masih menunggu kehadiran sang tuan putri ya… Farda lg dmn dia??? Padahal dia berangkat paling awal… Satrio pun sudah ngoceh gak karuan perihal ngaretnya ini…. Kami masih bersabar menunggu farda jam menunjukan pukul 09.45 mba Farda pun blum juga terliha bartang hidungnya sudah dihubungi berkali-kali oleh fadilah tapi tidak ada balasan dari dia. Sudah ditelpon tapi tidak diangkat mungkin farda masih dijalanan terkena macet menurut gua tapi APAKAH SELAMA ITUUUUU???!!! Sudah hamper jam 10.00 dia blom datang… ampun dahhh ini orang lg dmn kali di hubungin susah lg gak tau apa kalo disono bakal ngantri panjang…..
Satrio pun mulai bersabda “Wanita muslimah dengan wanita yang lainnya ternyata sama saja ! sama-sama bikin ngaret!’’
Ya gua setuju sama lu sat…. gua juga mengusulkan kalo kita berangkat duluan saja biar nanti Farda menyusul… dan akhirnya usulan gua diterima oleh mereka, akhirnya kita pun berangkat duluan Ririn dan Nindita sudah lumutan menunggu kami di stasiun poris. Tujuan kami itu stasiun kampong bandan jadi dari stasiun Tangerang -> Poris-> Duri (transit)-> kampung bandan. Ketika kita sedang menunggu kereta ada panggilan masuk di hpnya Fadilah ohhh ternyata itu dari Farda
Yang intinya seperti ini:
Kalian dmn ?? gua dari tadi udh di stasiun poris gua nungguin kalian ga muncul-muncul akhirnya gua balik deh kerumah
WHAT!!! SHIT….!!! Farda knp lu ga ngabarin kita da kalo lu udh nyampe ??? L knp lu ga ngasih tau kita kalo lu dari stasiun poris da L knp da knp ???? Knp ?? :”( lu tau da KITA BUTUH KEPASTIAN DAAA  KITA DARI TADI NUNGGUI LU FARDA SEKARANG UDH JAM BRP NIHHHHHHHHHHHH UDH SIANG DA UDH SIANG GUA UDH LAPER DAAAAAAA ……!!!  Tapi terima kasih buat Farda Zayana Majid karena jika bukan karena lo mungkin cerita ini gak jadi atau terasa kurang THANKS TO FARDA :D (buat farda: lu gak tau seberapa gondoknya satrio ke lu da kwkww)
Oke setelah menunggu KEPASTIAN dari Farda yang akhirnya tidak jadi ikut dan akhirnya kereta pun datang yey…… akhirnya kita otw juga. Ririn dan Nindita pasti sudah gondok menunggu kita (maaf kalo kita lama :D) cihuyyy akhirnya kita berangkatt!!! Krl kami pun berhenti di stasiun poris dan Ririn dan Nindita pun masuk ke krl kami dan menghampiri kami lalu kereta kami berangkat menuju stasiun duri. Sambil menunggu kereta sampai kami menghabiskan waktu dengan bercanda gurau di dalam kereta. Tak terasa kami pun tiba di stasiun Duri tempat kereta transit. Kita berganti krl menuju stasiun duri, karena kondisi kita sudah agak lemas karena menunggu SESEORANG akhirnya kami memakan sedikit cemilan yang dibawa oleh Manda untuk mengganjal perut kami. Dari stasiun Duri ke stasiun Kampung Bandan tidak terlalu jauh jadi kita sampai di Ancol tidak terlalu siang sekitar pukul 10.30 kita sampai di Kampung Banda kita harus berjalan kaki terlebih dahulu dan menaiki angkot untuk menuju ke Ancol. Kami pun berjalan santai tapi tidak untuk Manda, Ririn, dan Nindita tampaknya mereka sudah tidak sambar untuk sampai ke dufan. Satrio, gua , Fadilah, Wirawan, Hani, dan Marlia hanya berjalan santai sambil bercakap-cakap dijalan dan akhirnya kami menemukan angkot langsung kami tumpaki angkot itu dan langsung cusssss…. Sampai ke Ancol kami membayar Rp 2000,00 karena memang jarak dari stasiun Kampung Bandan ke Ancol sangat dekat. Oke kita sampai langsung kami membeli tiket masuk ancol sebesar Rp 25.000,00 kami masuk dan lansung menuju ke dufan dan….. ternyata …. Kami melihat antrian tiket masuk dufan sangatlah panjang breeehh… hamper tidak jadi ke sana kita karena itu, tapi ya mau bagaimana lg kita sudah sampai lanjut aja…. Yang mengantri membeli tiket yaitu Ririn dan Nindita sisanya menunggu di luar. Setelah beberapa lama akhirnya tiket masuk sudah berada di genggaman kami yeah…. Jujur ini baru pertama kali gua ke dufan jadi gua ga tau nama-nama wahana yang ada disini
Kami pun masuk dan… lg lg Manda,Marlia, Ririn, dan Nindita berlari-lari -____- dan kami hanya berjalan santai seperti biasa di belakang mereka dan akhirnya kami terpisah gara-gara kelakuan mereka berempat. Tapi tak apalah masih ada Hani, Wirawan, Satrio, dan Fadilah wahana yang pertama kali kami cicipi adalah kora-kora

                                                      Gambarnyomot dari mbah google

Yap… wahana ini lah yang pertama kali kami cicipi, antriannya sangat panjangggg sekale mengingat dufan sedang ada promo jadi wajar jika antriannya sangat panjang. Kami pun mencari ekor dari antean tersebut dan yap ketemu kami menunggu giliran kami. Waktu kami dihabiskan dengan mengobrol dan berfoto-foto sudah 10 menit kami menunggu dan tiba-tiba ada yang menyelak antrian kami. Mba Fadilah pun member tahu mereka “Mba kalo mau ngantri dari belakang ya..” mereka hanya melihat muka mba Fadilah dan mengacuhkannya oke fix mereka ga tau budaya ngantri…
Buat kalian para pembaca pesan dari gua “melalui mengantre kita akan bisa menghargai waktu, bersabar,disiplin, tabah, dan menghormati orang lain jadikanlah mengantre sebagai budaya kita Bangsa Indonesia
Lanjut… setelah beberapa lama akhirnya… giliran kami menaiki wahana tersebut ini pertama kalinya gua naik kora-kora rasa takut pun mulai menghantui gua wkwkw tapi lanjut ajalah… kami naik dan wow rasanya sangat mendebarkan *lebay ah* ketika kora-koranya sudah mencapai kecepatan maksimum gua melihat ada seorang kameramen sedang memotret kami langsung gua ga mau komok gua jelek jadi pas kameraman jepret foto gua, gua langsung pasang muka paling tamvan gua biar ga malu-malu amat gitu :v. Dan setelah kameraman pergi gua akhirnya pasang komok jelek gua lg dan wirawan mengambil hpnya dan merekam gua dan yang lainnya dan hebatnya muka wirawan tenang-tenang saja (salut gua sama lu wir, apa guanya yg lebay yah… ah sudahlah)
Setelah menaiki wahana kora-kora saatnya gua melihat hasil jepretan sang kameraman dan yappp….. YANG PALING GANTENG CUMA GUA HAHAHAH (kepedean tingkat dewa) tapi bener seriusan ini mah muka gua yang paling bagus sayangnya ga kami cetak karena bayar dan sayang duitnya… (alesan :v)
Lelah, lemas, lesu, lunglai itu lah yang kami rasakan akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat sejenak untuk makan dan sholat. Dan di perjalanan menuju restoran makanan cepat saji M*D kami bertemu Ririn, Nindita, Marlia, dan Manda terlihat Manda sangat lemes sekali seperti tidak bernyawa gua tanyakan kpd Manda “ Man nape lu???” dia pun menjawab dengan suara yang lemes “ lemes yams gua ngejar-ngejar mereka” dan tiba-tiba satrio pun nyeplos “mamam lu man banyak tingkah sih lu”
Dan kami pun sampai di tempat makan dan memesan makanan gua hanya memesan paha ayam saja karena sudah bawa bekal dari mamah tercinta :3 makasih yah mah udh di bekelin nasi (y). setelah selesai makan kami sholat dan melanjutkan petualangan kami satrio dan wirawan ngebet ingin menaiki hysteria dan gua GAK mau naik wahana itu disamping  abis makan takut muntah (alesan lg bilang aja takut) gua menaiki wahana apa yaa namanya rajawali kalo ga salah

  

Seperti ini lah wahananya ya… tidak terlalu asyikkk biasa aja ga ada rasanya …. Lanjut kami menaiki wahana selanjutnya yaitu pontang panting

Kami pun mengambil antrian wahana ini tidak cukup panjang kami pun menunggu menunggu sambil melihat wahana tersebut. Wahana tersebut cukup lama sekitar 5 menit lbh diputar putar terlihat sangat pusing dan gua melihat raut muka mereka-mereka yang sedang menaiki pontang-panting sangat suram sekali brehhhh wkwkw kami pun melihat dan membayangkannya. Setelah antriannya cukup pendek akhirnya Nindita memutuskan untuk tidak ikut karena sudah pusing duluan melihat wahana tersebut sama sih gua juga udh pusing duluan… dang a gua juga ternyata yang lain sama saja. Akhirnya kami tidak jadi menaiki wahana tersebut dan memutuskan untuk melihat satrio dan wirawan menaiki hysteria… antrainnya panjang sekali brehhh gua ga melihat batang hidungnya satrio dan wirawan… kami menunggu di kuar cukup lama dan tidak terlihat mereka berdua, akhirnya kami memutuskan untuk bermain wahana lain kami memutuskan untuk bermain Niagara-gara kami menuju wahana tersebut dan….. antriannya sangat panjang sekali membuat kami ga jd buat main tuh wahana. Kami move on ke wahana arum jeram dan behhhh antriannya gak kalah panjang dari Niagara-gara tapi wahana ini lah yang kami tunggu-tunggu kami bersih keras untuk bermain wahan ini karena kami ingin basah-basahan (yaduuuu basah basahan :v) sambil menunggu satrio dan wirawan datang kami ngobrol dan berfoto-foto (gua ga ikutan foto ) ada rumor beredar bahwa kalo mau ngantri wahana ini butuh 3 jam lamanya mengingat antriannya sangat panjang bener tapi kami gak peduli ! kami akan tetap menunggu menunggu dan menunggu !tiba-tiba Marlia kebelet pulang dan kami gak mau pulang duluan karena malemnya kami akan pergi kepantai. Terjadi perdebatan anatara kami dengan Marlia akhirnya Marlia pun pulang sendiri karena takut diomelin papa. Gak lama muncul satrio dan wirawan dan mereka menceritakan pengalaman wahana mereka. Bosan menuggu gua, satrio, wirawan, dan hani pergi untuk shalat ashar sembari melepas bosan. Setelah selesai shalat kami pun kembal ke antrean tampak Fadilah, Ririn, Manda, Nindita sudah tampak bosan menungu (emang ya menunggu itu ga enak, curcol dikit) 
Dan bosan kami menunggu akhirnya kami menyudahi antrian ini… karena lam 3 jam brehhhh jam lama njerrr… mending naik wahana yang ngantrenya gak lama. Kami pun menaiki wahana ontang-anting yang antriannya ga panjang dan cepat… ada pemandangan yang emmm…. Aneh dan ganjil rupanya ada sepasang kekasih iyaa kelihatannya mereka sedang pacaran sambil bermain ontang-anting

    Sumur
Gila brooo pacaran sambil naik ontang-anting pegangan tangan broo!!! Busettt …. Gua Cuma ngeliatin aja dari bawah :v …. Giliran gua dan kawan-kawan gua naik yeay.. depan gua ada Ririn samping gua ada Manda belakangnya ada Fadilah belakangnya lg ada Satrio. Dan permainan pun dimulai kami diputar-putar perlahan di angkat ke atas, gua mendengar suara teriakan dari satrio sepertinya dia ga kuatt pusing kayanya dia wkww (SAT.. LO LEMAH! Wkwkwk canda sat canda). Permainan pun selesai satrio pun langsung tiduran karena pusing (SAT.. LO LEMAH! Wkwkwk canda sat canda (2) ). Dan wahana terakhir yang kami tumpaki yaitu …
BIANGLALA….!!!  Ini wahana terakhir yang kami naiki antriannya ga panjang-panjang amat soalnya udh sore juga sekitar jam 5an. Antriannya pun cepat, skip aja pas ngantri ga usah di ceritaiin isinya Cuma ngobrol-ngobrol doang…. Pas mau naik kami berpisah cowo sama cowo cewe sama cewe…. Gua, satrio, dan Wirawan ditempatkan dengan satu keluarga yang sakinah mawaddah warahmah ayah ibu dan seorang anak laki-laki. Mereka dari bekasi apa bogor yaa gua lupa wkwkw maaf, mereka datang dari pagi naek kereta. Kami diatas asyik foto-foto kapan lg kan.. dan melihat pemandangan dari atas yang cukup indah di sore hari benar-benar suasana yang pas untuk menikmati wahana ini, di samping tidak panas anginnya sepoi-sepoi brooo sist…
Sehabis menaiki bianglala RENCANANYA kami ingin ke pantai…. Kami berjalan ke luar dufan dengan berjalan kaki pengennya sih naik bus tapi sangat penuh sesak akhirnya kami berjalan kaki… ya jalan kaki ! ditambah hari mulai gelap lg … dijalan kami berbagi cerita-cerita gua menyimak cerita dari fadilah yang ingin sekali melanjut study keluar negri francis (Aamiin dil Aamiin) Satrio dengan Nindita. Di jalan sangat gelap sekali penerangannya sangat sedikit dan jauh pula kami tapi rasa lelah tak begitu terasa karena obrolna kami yang memecah keheningan… gak kerasa hampir lbh 30 menit akhirnya kami sampai di Atlantis dan tak jauh dari Atlantis ada tempat pemberentihan bus. Kami menyudahi niatan kami untuk pergi ke pantai mengingat waktu yang sudah malam dan takut kehabisan kereta.
Kami menunggu datangnya bus gratisan itu sambil beristirahat dan minum untuk melepas lelahnya berjalan kaki. Kami menunggu dan menunggu tak ada bus yang datang akhirnya kami memutuskan untuk keluar Ancol dengan berjalan kaki lagi… hufty in the jungle pegal sekali kaki ini ga kuat mana jauh lg…. dan setelah beberapa lama kami menemukan angkot penyelamat hidup kami langsung saja kami cuss menaiki angkot tersebut ada kejadian lucu di angkot ini
Jadi ketika kita naik yang pertama naik adalah Manda abis itu gua di samping gua itu ada seorang laki-laki pas Fadillah masuk dia bilang gini ke laki-laki tersebut “weh weh… sonoaan dong…” pas Fadilah lihat ternyata itu bukan temannya TENGSIN :v dia kira itu gua tapi ternyata bukan (semoga itu jodoh lu dil :V eh jodoh lu kan gua wkwk galah canda dil canda :V ) wkwwk udh sih itu doang *skip*
Kang angkot pun berkata “ mau kemana dek ?? “
“mau ke stasiun kampung Bandan mas”
Langsung angkot pun cussss ke kampung bandan
Di angkot gua pun hanya diam saja karena gua udh mulai pusing dan mual karena udh lama ga naik angkot jadi gua ga banyak tingkah disini begitu pula yang lainnya. Gua ga merhatikan jalan gak kerasa di angkot itu lama banget nyampenya padahal tadi pas dari kampung bandan ke ancolnya deket deh kok ini lama banget udh malah perut mual lg. Manda mulai curiga kalo kita di bawa muter-muter…. Pertama sih gua bodo amat eh karena kondisi gua yang udh hampir teller di angkot gua aga bete di angkot nihh kok ga nyampe-nyampe sih di stasiun kampung bandan padahal tadi deket deh… tiba-tiba seorang ibu-ibu memberitahu kita
“kalian mau ke kampung bandan ? udh lewat tau ini kita mau ke stasiun kota”
“stasiun kota bu ._. ? padahal kita udh bilang ke mas angkotnya kalo kita turun di stasiun kampung bandan”
“mungkin dia lupa kali… kalian mau pulang kemana ???”
“Tangerang bu….”
“berarti kalian dari kota transit ke kampung bandan pakai krl wara-wiri doang ?? emm kalo ga salah kereta itu terakhir jam 9 malem deh.. ini jam 20.45 kalian nanti pas udh nyamper buru-buru soalnya kereta terakhir…”
“kereta terakhir bu ._.? makasih ya ibu infonya “
Setlah beberapa akhirnya gua terbebas dari angkot… benarr.. kami pun dibawa ke stasiun kota dan harusnya kami bayar Rp 2000,00 malah jadi Rp 5000,00 tapi tenang itu semua di tanggung mamah Hani …makasih han :3 kami pun langsung bergegas menuju stasiun …kartu yang ditangan gua ini masih ada saldonya tinggal ditempel doang dimesinnya… pas kita masuk kita langsung cari petugasnya terlebih dahulu untuk menanyakan kereta yang menuju ke kampung bandan..
Dan setelah bertemu kami menanyakan ke petugasnya
Ririn said: “mas kereta yang ke kampung bandan yang mana ya mas? “(dengan muka melas)
Petugas:  “ ohh ini dek… ini kereta terakhir mau berangkat lg”
Yakan kereta terakhir mau berankat lg, langsung gua tempelin tuh kartu kemesinnya eh mesinnya malah ga mau malah muncul tulisan “Kartu ini tidak sesuia dengan stasiun asal” oh iya gua kan belinya di kampung bandan -___- akhirnya kami pun dibantu oleh petugasnya dengan menggunkan kartu petugas dia mesinnya pun membuka pintuk untuk kami yess….
Terima kasih ya mas udh baik banget ke kita kalo bukan mas yang melakukan itu kami gak bakal bisa pulang  maaf juga kalo sebelumnya saya ga memperkenalkan diri jadi saya ga tau nama mas yang udh baik bangedddd dan langsung nerobos masuk aja karena emang kita udh di kejar sama kereta mas mungkin kalo suatu saat mas baca cerita ini saya dan teman teman saya mengucapkan banyak sekaliii terima kasih atas kebaikan yang mas udh kasih ke kita semoga Tuhan membalas perbuatan mas yang baik ini Thanks ya mas
Kami pun naik ke kereta dan langsung mencari tempat duduk letih sekali diri inijam menunjukan pukul 09.00 malam masih jauh sekali perjalanan kita kereta ini membawa kita ke stasiun kampung bandan.. beberapa menit kemudian kami pun tiba di stasiun kampung bandan…. Sepi menyelimuti perjalanan kami hanya beberapa obrolan singkat saja untuk memecah keheningan… sampainya di kampung bandan kami pun menunggu kereta untuk menuju stasiun duri tidak lama kami untuk menunggu kereta pun datang… terlihat keretaya pun penuh sehingga kami tidak mendapatkan tempat duduk akibatnya kami berdiri tak apalah tadi kan udh duduk di kereta sebelumnya…
Di kereta ada seorang petugas keamanan yang sedang menertibkan seorang bapak bapak yang tidak mau berbagi tempat duduk seperti ini lah problemanya
Petugas: “mas tolong ini ada wanita ya  mas .. tolong mas bangun kasih tempat buat wanita ini.. disini ada aturannya yam as .. tempat duduk di utamakan untuk wanita hamil, penyandang cacat, lanjut usia, dan ibu membawa anak mas tolong ketertibannya wanita ini membawa anak, tolong mas berdiri kasih tempat untuk wanita ini”
Mas mas: “ saya bawa anak anak saya disitu tuh udh deh ga usah bikin keributan disini!”
Petugas: “anak mas udh duduk kan yaudah ini dia bawa anak mas!”
Tiba-tiba wanita yang membawa anak pun pindah ke gerbong lain dan petugasnya pun demikian
Gua, satrio, dan wirawan gondok juga melihat pri tersebut dan ngedumel bae…
Satu kata buat lo mas “BANCI!”
Gak liat apa itu ada tulisan di samping lo dan lo ga mau ngalah padahal lu laki-laki juga! *ngedumel dalam hati*
“Buat para pembaca tolong perbuatann itu jangan ditiru tertib lah dalam menggunakan transportasi umum dan hargailah orang lain”

Beberapa lama kami pun tiba di stasiun duri kami melihat kereta jurusan Tangerang kota sudah full akhirnya kami pun berdiri lg tak apalah sudah dekat ini SEMANGAT!
Ririn dan Nindita turun di stasiun poris karena motornya pun di parkir disana. Hani karena rumahnya deket dari staiun Tangerang berjalan kaki SEMANGAT HAN ! Satrio mengantarkan balik Manda dan gua dengan Fadilah mengantarkan dia kerumahnya. Tibalah kami di stasiun Poris Ririn dan Nindita pun turun duluan, kereta pun lanjut ke stasiun Tangerang tak jauh hanya beberapa menit sampailah di stasiun Tangerang. Sesampainya kami duduk dulu karena dari stasiun Kampung Banda ke Tangerang kami terus berdiri cape rasanya… setelah beberapa menit kami duduk dan mengobrol akhirnya kami pun pulang… satrio yang mengantarkan Manda dan gua mengantarkan Fadilah kerumahnya… setelah tugas terakhir gua selesai yaitu mengantarkan Fadilah pulang akhirnya gua bisa menuju kerumah gua. Dijala gua sedikit agak ngantuk tapi tetap gua harus focus di jalan setelah beberapa lama akhirnya sampai juga diruamah dan gua langsung ke  kasur dan tidur….
Terima kasih untuk teman teman gua yang sudah memberikan waktunya buat gua terima kasih juga buat Muthia Amanda yang udh ngajak gua jalan jalan dan memberikan sedikit suntikan dana :v tanpa lo mungkin gua ga punya sama sekali cerita di liburan ini mungkin akan terasa hambar dan juga tanpa kalian juga teman teman gua mungkin cerita ini ga akan tercipta jka bukan karena kalian teman. Terima kasih untuk hari itu kawan!










1 comment: